oleh

Satu-satunya Kader Millenial, Braien Waworuntu yang Mendaftar Cawagub di Sulut

Manado. Kawanuapost. com – Perhelatan politik pertarungan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) semakin memanas.

Saat penyerahan dokumen pendaftaran

Satu-satunya kader millenial, yang muda berbakat dari Partai Nasdem) , Braien Waworuntu (BW) akan ambil bagian dalam perhelatan ini Satu – satunya Kader Millenial, Braien Waworuntu yang mendaftar Cawagub di Sulut, dan akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, pada 27 November nanti.

Bersama rombongan dari pengurus Partai Nasdem Minahasa, Pemuda Pancasila, Panji Josua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan simpatisan Braien Waworuntu (BW) tiba di Kantor Nasdem dan melakukan pendaftaran sebagai Calon Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dari Partai Nasdem pada Selasa (07/05/2024).

BW diterima Ketua Tim Penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Jackly Sangari didampingi oleh Tim penjaringan lainnya yakni Vivi Kaeng, Christian Bagensa dan Ivone Bentelu.

BW bersama para pendukung.

BW pun menjelaskan, setelah sekian lama merumuskan Tuhan panggil untuk hari ini. 2015 BW bergabung dengan Partai Nasdem dan tetap setia sampai hari ini.

“Jika saya ada di tempat ini semua karena pertolongan Tuhan. Dan saya pun akan berjuang dengan dukungan masyarakat di Sulut, ” tutur Anggota DPRD Sulut ini dengan tersenyum.

Lanjutnya, sebagai kader Partai Nasdem dirinya wajib menunjukan kapasitas dan kapabilitas, diantaranya dengan ambil bagian dalam pertarungan ini.

Dukungan dari istri tercinta

“Meskipun satu – satunya kader millenial yang tampil sebagai Cawagub, tapi saya sudah siap untuk bertarung bersama Cawagub senior. Saya siap perjuangan aspirasi dan jadi berkat,” ungkapnya.

Adapun visi dari BW, terwujudnya Sulut yang makmur berdaya saing dan berbudaya.

BW pun menjelaskan, adapun misi yang akan diperjuangkan meliputi; percepatan pertumbuhan ekonomi, berbasis maritim dan pangan berdasarkan keunggulan wilayah.

Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing, dengan berbasis iman dan takwa.

Melaksanakan tata kelola yang bersih dan terbuka, berorientasi pelayanan dan berbasis lingkungan.

Mengembangkan budaya daerah, Bolmong, Sangihe dan budaya nasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dan mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur antar pulau, guna pengintegrasian percepatan pembangunan, kawasan pesisir.

“Jika saya ada di tempat ini semua karena pertolongan Tuhan. Dan saya pun akan berjuang dengan dukungan masyarakat di Sulut, ” tuturnya. (*)